Showing posts with label kapal. Show all posts
Showing posts with label kapal. Show all posts

Tujuan Pelembaman Dan Purging

pelembaman dan purging pada tangki muat kapal tanker

Tujuan Pelembaman Dan Purging 

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas Tujuan Pelembaman Dan Purging  pada kapal tanker gas cair LNG (luquid natural gas)

TUJUAN PELEMBAMAN

Tujuan pelembaman adalah untuk mencegah terbentuknya uap/campuran udara yang bersifat eksplosif.  Tangki Gas Cair dan gas yang digunakan untuk pelembaman harus cocok untuk tujuan tersebut. 

Ketika melembamkan sebuah tangki yang telah dialirkan udara, kandungan oksigen harus diperiksa dengan teratur. Kandungan volume oksigen setelah pelembaman tidak boleh melampaui 5%, dan biasanya  harus dalam susunan 2% untuk memungkinkan pendistribusian yang tidak sama. Tingkat yang lebih rendah bisa diperlukan untuk kargo yang reaktif terhadap oksigen (misalnya butadiene). 

Suhu titik embun untuk kargo khusus yang harus dimuat harus diperoleh selama operasi ini.
Ketika melembamkan sebuah tangki yang mengandung uap kargo, prosesnya haus terus berlanjut hingga konsentrasi uap kargo cukup rendah untuk mencegah terbentuknya campuran yang mudah terbakar selama ventilasi dengan udara selanjutnya. 

Untuk menghindari kemungkinan terjadinya aliran balik dari uap kargo, saluran kargo harus dibuka terhadap sistem ventilasi sebelum sistem gas lembam tersambung. 

Disarankan untuk menggunakan gas panas atau metode yang cocok lainnya untuk menghangatkan tangi yang mengandung kargo bersuhu rendah sebelum pelembaman, sehingga suhu besi diatas suhu titik embun. Kegagalan untuk melakukan demikian berarti bahwa akan diperlukannya gas lembam dalam jumlah besar dan uap lembab atau CO2 akan membeku. 

Demikian pula, jika digunakan uap nitrogen dingin untuk pelembaman, uap lembab atmosfir kemungkinan tersimpan didalam tangki.

TUJUAN PURGING

Tujuan purging adalah untuk mempersiapkan tangki untuk menerima kargo. Gas lembam normal diatas kapal bisa saja harus diganti dengan nitrogen murni untuk ketentuan kargo (misalnya untuk mengangkat CO2 atau untuk memperoleh titik embun yang rendah). 
Baik gas lembam maupun nitrogen tidak dapat diembunkan oleh ruang pencairan ulang kapal. Pembersihan dengan uap kargo karenanya perlu sebelum pemuatan sehingga ruang pencairan ulang kapal bisa beroperasi secara berkesinambungan.

Uap kargo untuk pembersihan bisa diambil dari simpanan diatas kapal melalui sebuah penguap dan campuran uap kargo/gas lembam yang dialirkan pada atmosfir. Ketika membersihkan dengan uap kargo di pelabuhan, uap kargo/gas lembam atau campuran nitrogen harus diarahkan pada ventilasi yang sesuai atau susunan yang melebar di darat untuk pembuangan yang aman. 
Pembersihan selesai ketika analisa pada sampel uap dari tangki memuaskan atau ketika konsentrasi gas lembam cukup rendah untuk ruang pencairan ulang beroperasi secara berkesinambungan, atau keduanya.


Mencega Sentakan Tekanan Saat Pemindahan Muatan Kapal Tanker

proses pemindahan muatan ke kapal tanker.

Mencega Sentakan Tekanan Saat Pemindahan Muatan Kapal Tanker

Potensi bahaya sentakan tekanan (tekanan kejut atau menempa cairan) akibat pengoperasian klep yang cepat harus ditekankan pada semua personil yang terikat didalam pemindahan kargo.

Sentakan tekanan dapat tercipta ketika aliran didalam saluran cairan berhenti terlalu cepat. Bahaya terbesar adalah ketika kargo dipindahkan dalam jarak jauh dan pada kecepatan tinggi. 

Jika klep tertutup terlalu cepat pada kondisi ini, gumpalan didalam selang kargo cairannya akan seperti tiang yang besar didalam saluran yang menyebabkan gelombang kejut yang bisa bergerak naik turun didalam saluran, menyebabkan sentakan tekanan tinggi yang sangat ekstrim. Selang kargo paling rentan terhadap kegagalan ini

Dalam kondisi ini Sentakan tekanan bisa disebabkan oleh tertutupnya klep secara otomatis akibat sensor level. Penting bahwa sistem penutupan klep darurat terjaga dengan baik dan disesuaikan dengan akurat.

Klep seperti ini seringkali memiliki karakteristik tenaga putaran yang berbeda pada peralatan dan suhu sekitar. Jika mungkin, mereka harus tersambung pada sistem terminal sehingga sistem di darat dan di kapal bekerja bersama. Pengoperasian harus disesuaikan sehingga klep hulu pertama-tama tertutup untuk mengamankan selang kargo atau alat untuk pemuatan. 
Jika sistem yang terkoordinasi seperti itu tidak ada, mereka yang bertanggungjawab atas pengoperasian kargo harus mengetahui potensi bahaya penghentian kapal atas pompa darat, atau sebaliknya.

Mencega Sentakan Tekanan Selama Pengoprasian Kargo Kapal Tanker

Tindakan pencegahan berikut ini harus dilakukan untuk mencegah sentakan tekanan selama pemindahan kargo :

  1. Selama pemuatan, ketika aliran dialihkan dari satu tangki ke tangki lainnya, klep pada tangki yang akan menerima kargo harus dibuka sebelum klep pada tangki yang disekat tertutup.
  2. Setelah penyelesaian pemuatan, aliran harus dihentikan oleh terminal dengan menggunakan klep darat untuk mencegah tekanan berlebihan pada selang kargo.
  3. Selama PEMBUANGAN, aliran kargo harus dikendalikan oleh klep pompa PEMBUANGAN atau klep pada lengkungan puncak tangki, jika mungkin, untuk memperkecil efek tekanan dan membatasainya hingga sebagian besar panjang pipa yang pendek didalam tangki kargo. Klep pompa PEMBUANGAN juga harus ditutup sebelum manipol kapal dan darat ditutup.
  4. Saat kargo dipindahkan, klep didalam sistem cairan tidak boleh dibuka atau ditutup dengan tiba-tiba.
  5. Klep harus diatur pada posisi yang diperlukan sebelum pemindahan dimulai, dan hanya mereka yang diperlukan untuk penutupan klep atau tugas pengendalian yang harus digunakan selama pengoperasian. Klep manual yang tidak diperlukan untuk operasi normal bisa diikat, namun jangan pernah dikunci untuk dapat digunakan pada kondisi darurat.
  6. Sentakan tekanan bisa terbentuk ketika klep yang menjaga perbedaan tekanan didalam saluran cairan terbuka. Jika perbedaan tekanannya tinggi dan klep dibuka terlalu cepat, akan terjadi kecepatan aliran yang tinggi yang meningkatkan sentakan tekanan yang tinggi ketika aliran dihentikan. Ini bisa terjadi, misalnya, ketika cairan terjebak antara klep di saluran dek dan menjadi hangat: dalam kasus seperti ini, klep harus dibuka dengan sangat berhati-hati untuk menyamakan tekanan dengan perlahan. Saluran cairan harus dikeringkan setelah penggunaan, untuk mencegah masalah ini.

Persiapan Kapal Tanker Membawa Gas Cair

persiapan kapal tanker pembawa gas cair

Persiapan Kapal Tanker Membawa Gas Cair 

Sebelum sebuah kapal baru diperintahkan untuk membawa gas cair, hal-hal berikut ini harus diamati: 
  1. Penting bahwa semua  bagian dari sistem kargo dalam keadaan bersih dan kering untuk mencegah terhadinya kesalahan atau kerusakan dan bahwa peralatan keselamatan telah diperiksa dan diuji.
  2. Setelah drydocking atau perbaikan, tangki kargo harus dibersihkan dan diperiksa pada semua tingkatan untuk memastikan terangkatnya akumulasi karat, air dan kemungkinan benda-benda yang terlepas. Alat internal harus diperiksa kekencangannya dan keamanan mur, baut, dll., yang lebih disukai untuk sedikit dilas. Jenis paking yang tepat pada tutup dan kemungkinan adanya kerusakan harus diperiksa; tutupan harus dikencangkan dengan tepat.
  3. Penting bahwa saluran pipa, klep dan pompa dikeringkan dengan cermat. Sistem pemipaan harus sepenuhnya dialiri dengan jumlah udara pempatan yang cukup, diikuti dengan nitrogen, menggunakan pengaliran dalam sistem dengan urutan yang tepat. Perhatian khusus harus diberikan pada badan klep rongga dan lilitan perluasan dibawah ini.
  4. Sistem penghentian darurat dan pengoperasian semua klep perangsang, kompresor dan mati otomatis pada pompa, dll. harus diperiksa.
  5. Penyesuaian akhir dan pengujian pada beberapa peralatan kendali ruang kargo hanya dapat dilaksanakan dengan kargo diatas kapal. Pengaturan harus dibuat terlebih dahulu dengan pemasangan di darat untuk memungkinkan dilaksanakannya pekerjaan ini oleh personil yang berkompeten selama tahap dini pada pemuatan pertama. Penunjang pipa harus diperiksa, khususnya dimana terpasang perluasan tersebut dibawah ini.

METODE PEMBONGKARAN DALAM KONDISI DARURAT (Kapal Tanker)

DIMULAINYA PEMBONGKARAN DI TERMINAL PERLABUHAN

DIMULAINYA PEMBONGKARAN DI TERMINAL PERLABUHAN 

Perhatian khusus harus diberikan kepada peralatan kargo (misalnya pompa, kompresor, penguap) selama pembuangan. Jika kargo harus dibuang dengan pemompaan dan darat tidak dapat menerima kapasitas penuh pompa, aliran harus dikurangi dengan menutup pompa atau menyirkulasi ulang daripada dengan melakukan penutupan klep, karena penutupan klep akan cenderung memanaskan kargo. Kapal dengan dengan tekanan bisa membuang kargo dengan pemindahan (yaitu dengan menaikkan tekanan diatas cairan dengan kompresor) disamping atau selain menggunakan pompa.

Tindakan Pencegahan Berikut ini Harus Diamati : 

  • Alat pendeteksi gas yang terpasang harus bekerja di sepanjang pengoperasian kargo.
  • Jika terpasang pompa listrik terendam, pembacaan penyekatan harus diperiksa sebelum dimulai.
  • Pompa kargo biasanya dimulai dngan menutup klep pembuangan atau buka sedikit untuk mengurangi beban mulai dan tekanan sentakan. Mungkin diperlukan pula untuk menyirkulasi ulang untuk menyesuaikan tekanan dan mendinginkan saluran di dek. Instruksi dari pembuat pompa dan lihat panduan pengoperasian kapal. Pompa pendorong harus diedarkan dengan kargo dari pompa kargo utama dan jangan dinyalakan hingga ada pasokan cairan cukup untuk mencegah terbentuknya rongga.
  • Tekanan didalam saluran cairan akan sangat menjadi lebih tinggi selama pembuangan daripada selama pemuatan. Oleh karena itu, sambungan dan klep motor lebih mungkin bocor selama pengoperasian ini dan harus diperiksa dengan sering.
  • Tekanan pada tangki akan cenderung turun saat kargo diangkat. jika kecepatan pembuangan tinggi, maka akan ada perebusan yang tidak cukup untuk menjaga tekanan positif didalam tangki, dan uap harus ditambahkan untuk mencegah kondisi hampa. Uap bisa berasal dari darat atau bisa terbentuk diatas kapal dengan pengalihan beberapa cairan kargo ke penguap. Tekanan pada tangki harus diawasi sepanjang pembuangan.
  • Pembuangan bisa menyebabkan perubahan tekanan didalam muatan atau ruang antar penghalang, kecepatan perubahan bergantung pada rancangan sistem kargo. Tekanan pada ruangan seperti itu harus diamati selama pembuangan dan mengambil tindakan yang diperlukan.
  • Pembacaan semua tingkat tangki kargo harus diamati, apakah kargo akan dibuang atau tidak. Pembacaan yang tidak berubah seperti yang diperkirakan bisa menunjukkan adanya kesalahan yang harus diinvestigasi. 
  • Pastikan dengan cermat bahwa pompa kargo tidak membentuk ruang kosong: adalah normal untuk menutup klep pembuangan secara bertahap ketika sebuah tangki hanpir kosong untuk mencegah kavitasi dan untuk membantu dalam memompa keluar jumlah maksimum kargo. Pompa kering adalah berbahaya karena cairan kargo memberikan peluman dan pendinginan yang dibutuhkan untuk menekan, menutup, klep motor, dll.
  • Dalam kondisi darurat, prosedur penghentian darurat harus dilaksanakan.
  • Dalam menyelesaikan pembuangan, saluran cairan dan selang kargo atau alat untuk pemuatan harus dikosongkan, dibersihkan dan melepaskan tekanan didalam dengan menggunakan fasilitas yang ada. Klep penyekat harus ditutup dan sambungan kapal-laut bisa diputuskan. Jika terpasang kawat yang mengikat, jangan diputuskan hingga selang diputuskan.
  • Untuk tindakan pencegahan ketika dua atau lebih kargo dipindahkan secara serempak.
  • Kestabilan kapal harus diperiksa dengan cermat pada semua tahapan selama pembuangan dan melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan. 

METODE PEMBONGKARAN DALAM KONDISI DARURAT

Dimana pemindahan kargo yang menggunakan pompa kargo, saat pompa rusak tidak dapat terhubung dengan tangki yang digunakan setidaknya ada dua perlengkapan pemisahan yang disediakan dari setiap tangki kargo desainnya harus berjalan dengan baik, sehingga kegagalan salah satu pompa kargo atau perlengkapan transfer, tidak akan menghalangi perpindahan kargo oleh pompa lain, atau perlengkapan pompa lainnya 

Prosedur untuk pemindahan kargo dengan menggunakan tekanan gas harus menghalangi katup pembuangan membuka pada saat perpindahan kargo. Tekanan gas diperbolehkan untuk perpindahan kargo antar tangki selama factor keselatan tidak dikurangi.

Prosedur pembongkaran darurat untuk sebuah kapal berdasarkan panduan operasi kargo.

PERUBAHAN KECEPATAN PEMBUANGAN

Kapal harus mengatur kecepatan pembuangan sesuai dengan kesepakatan dengan terminal.Kecepatan pembuangan tidak dapat diubah tanpa memberitahu terminal.


Persiapan Pemuatan Kapal Tanker


persiapan kapal tanker sebelum pemuatan di kapal offshore

Persiapan Pemuatan Kapal Tanker

Dalam melakukan bongkar muat kapal tanker sangat berbahanya akan keselamatan kru dan lingkungan laut oleh karna itu di perlukan persiapan pemuatan berikut ini merupakan persiapan pemuatan kapal tanker:

Keselamatan

  • Semua pintu eksternal pada ruang akomodasi dan bukaan di dek harus ditutup.
  • Semua flens di dek harus dibaut penuh.
  • Sumbatan & lubang di kapal harus ditutup (termasuk tutupan pada kerekan dan rak buangan di bunker).
  • Alat untuk tumpahan minyak harus siap untuk penggunaan segera.
  • Pemadam api tersedia di tempat dan selang api terpasang.
  • Karpet pelindung di manipol.
  • Plat nama kargo muatan harus ditempelkan di manipol yang bersangkutan (plat nama harus ditempelkan di sepanjang pengoperasian kargo).
  • Posisi manipol untuk sambungan dengan selang dari darat harus ditandai dengan bendera.
  • Tuas pada kerek & mesin derek (F+A) harus dikunci dengan penjepit kunci.
  • Kabel penarik darurat (F+A) harus terpasang dengan sesuai.
  • Lorong harus dipasangi dengan jaring pengaman. 

Sambungan Selang Dari Darat

  • Tegaskan jumlah manipol yang benar.
  • Sebelum membuka flens manipol, tegaskan bahwa klep manipol tertutup dan klep pengaliran dengan flens dibuka.
  • Sebelum membuka flen pada selang dari darat, ikat dengan kencang dan tegaskan bahwa klep dari darat telah ditutup.
  • Berhati-hati dalam melepaskan atau memercikkan kargo dengan sisa tekanan yang tertinggal di pipa dari darat.
  • Setelah tersambung dengan selang dari darat, ikat dengan kencang dan kaitkan pada derek.

Penanganan Derek atau Mesin Kerek

  • Periksa kondisinya sebelum digunakan
  • Pastikan bahwa area aman
  • Pengamatan 
  • Amankan setelah digunakan
  • Insiden di masa lalu

Pembarisan 

  • Mualim I harus mempersiapkan diagram garis. (manipol, pengiriman, pemindah, menjatuhkan, memiringkan pengambilan contoh, pengeringan, memiringkan udara & uap, dll.)
  • Perwira jaga atau juru pompa harus memastikan bahwa barisan telah diatur dengan tepat sesuai dengan diagram garis. 
  • Mualim I harus meyakinkan dirinya bahwa semua kargo, ballast, pengaliran udara dan garis gas lembam telah diatur dengan tepat sebelum memulai operasi kargo.
  • IGS tidak boleh dioperasikan pada pemuatan dan tekanan gas lembam didalam tangki kargo harus dikurangi sebelum dimulainya pemuatan.
  • Katup tiang tetap terbuka selama pemuatan
  • Informasikan darat “siap untuk pemuatan”

Memulai Pemuatan

  • Setelah menerima konfirmasi dari darat bahwa kargo telah dimulai, Mualim I harus: 
  • Memastikan bahwa pemuatna dimulai pada kecepatan rendah
  • Memeriksa dan menegaskan bahwa kargo sudah masuk kedalam tangki yang dimaksudkan
  • Memeriksa kebocoran pada manipol, pada kedua sisi
  • Memeriksa pengukur tekanan pada kedua sisi untuk memastikan bahwa pembarisan memuaskan
  • Memeriksa tangki kargo lainnya yang tidak ditentukan untuk kargo
  • Berkeliling di dek termasuk diluar sisi kapal, akan adanya tumpahan
  • Memastikan bahwa katup tiang terbuka untuk tangki lembam sebelum dimulainya kargo
  • Setelah meyakinkan dirinya bahwa semua tersebut diatas telah dilakukan, ia bisa menginformasikan terminal untuk meningkatkan kecepatan.

Pengawasan Operasi Pemuatan

  • Perwira pengamat harus melaksanakan pemeriksaan secara teratur setelah dimulainya pekerjaan kargo dan selama dilakukannya operasi kargo untuk menegaskan bahwa tangki kargo telah dimuat dengan minyak kargo sesuai rencana
  • Perwira pengamat dengan operator dari terminal harus memeriksa secara berkala tekanan didalam sistem pemipaan, selang, dan alat dari besi, selain memperkirakan beban pengangkatan.
  • Harus dilakukan penghitungan ullage dan tekanan setiap jam dan harus dicatat
  • Bandingkan ketidaksesuaian gambar antara darat dengan kapal setiap jamnya.
  • Jika ditemukan ketidaksesuaian yang besar, stop pemuatan dan periksa secara manual jumlah kargo diatas kapal bersama dengan penyurvei.
  • Buat ringkasan hanya jika perselisihan telah diselesaikan.

Tahap Akhir dan Penyelesaian Pemuatan

  • Biasanya, minyak dimuat hingga 98% kapasitas tangki didalam sebuah kapal tangki. Oleh karenanya, selama tahap terakhir pemuatan, perhatian yang cermat harus diberikan pada pemuatan tangki sehingga minyak kargo tidak meluap.
  • Bergantung pada jumlah tangki yang tersisa yang harus diisi, kecepatan pemuatan harus dikurangi, sesuai kesepakatan.
  • Pemuatan harus dihentikan sebuah tangki saat perkiraan ullage telah tercapai. Jika kapal tangki telah miring atau seimbang, ullage harus disesuaikan.
  • Lebih disukai tangki terakhir adalah tangki yang di tengah kapal sehingga keseimbangan tidak mempengaruhi ullage akhir.
  • Semua personil yang terlibat diatas kapal harus diberitahu ketika pemuatan telah selesai.
  • Setelah pemuatan selesai klep manipol harus ditutup setelah menerima pernyataan dari darat; sisa minyak didalam manipol harus diteteskan kedalam tangki atau di darat.
  • Orang yang berkompeten harus ada ketika memutuskan selang manipol.

Pemeriksaan Setelah Penyelesaian Pemuatan

Mualim I harus memeriksa bahwa semua sisa kargo di pipa cairan telah dialirkan kedalam tangki kargo sebelum menutup semua klep sistem kargo.

Hal Yang Harus Dipertimbangkan Ketika Kapal Tanker Muat

Hal-hal yang harus dipertimbangkan untuk kecepatan pemuatan awal dan maksimum, kecepatan penyelesaian pemuatan serta waktu yang diminta untuk menghentikan pemuatan normal  pada kapal tanker

Pertemuan sebelum kargo dengan personil dari terminal 

Perjanjian antara Mualim I dan Perwakilan Terminal/Syah bandar harus termasuk tapi tidak terbatas pada:

  1. Nama kapal, tambatan, waktu
  2. Nama dan tanda tangan personil kapal yang bertanggungjawab serta personil darat yang bertanggungjawab
  3. Lokasi minyak kargo ketika memasuki / meninggalkan pelabuhan
  4. Informasi mengenai hal-hal berikut ini untuk setiap jenis minyak kargo yang dibawa :
  • Jumlah maksimum dan tangki-tangki yang akan dimuat
  • Tangki-tangki di darat
  • Tali kapal/darat yang akan digunakan
  • Kecepatan pemuatan
  • Alat pemuatan yang akan tersambung
  • Tekanan belakang maksimum pada manipol yang diperkenankan
  • Batasan suhu
  • Sistem pengaliran udara 
5Pelarangan karena alasan-alasan berikut ini:
  • Karakteristik elektrostatis
  • Penggunaan klep tertutup otomatis
  • Perjanjian ini harus memasukkan rencana pemuatan yang menunjukkan waktu yang telah dijadwalkan dan hal-hal tersebut dibawah ini.

Hal-hal yang harus Dipertimbangkan Untuk Urutan Pemuatan Tangki 

  • Operasi pembuangan 
  • pengubahan tangki kapal dan tangki darat
  • Pencegahan terjadinya kontaminasi minyak kargo 
  • Pengaliran minyak dari alat pemuatan
  • Tindakan atau operasi lainnya yang mempengaruhi kecepatan aliran
  • Keseimbangan dan daya muat
  • Tekanan pada lambung kapal yang diperkenankan

Hal-hal yang harus dipertimbangkan untuk kecepatan pemuatan awal dan maksimum, kecepatan penyelesaian pemuatan serta waktu yang diminta untuk menghentikan pemuatan normal 

  1. Sifat pemuatan 
  2. Pengaturan dan kapasitas saluran kargo dan sistem ventilasi gas
  3. Tekanan maksimum yang diperkenankan dan kecepatan aliran selang atau alat darat / kapal
  4. Langkah-langkah pencegahan pada akumulasi arus elektrostatik
  5. Batasan lainnya pada penyesuaian aliran

Hal-hal yang harus dipertimbangkan untuk Pengaturan Klep Pelepasan pada Tangki Kargo 

  1. Tingkat kargo
  2. Area perdagangan

Mengacu kepada panduan operasional untuk pengubahan pengaturan pada klep pelepasan keselamatan. Perubahan harus dicatat didalam catatan kapal dan sebuah tanda ditempelkan pada klep pelepasan dan didalam kamar kendali kargo, yang menunjukkan tekanan yang telah diatur.

Pemeriksaan Tangki Kargo Sebelum Pemuatan 

  1. Dengan pengambilan contoh pada tangki. 
  2. Jika harus masuk kedalam tangki bebas gas, Prosedur Ijin Masuk kedalam Ruangan Tertutup harus dipatuhi.

Pengawasan dan Pengelolaan

  1. Nahkoda dan personil yang bertugas dari terminal bertanggungjawab atas operasi pemuatan dan keselamatan kapal. 
  2. Sebelum memulai operasi kargo atau ballasting, Mualim I harus secara formil menyetujui dan menegaskan bahwa persiapan untuk pengoperasian yang aman telah dilakukan antara kapal dan terminal.
  3. Meskipun semua pengoperasian bisa dikendalikan dari kamar kendali, pengamat dek harus dijaga oleh jumlah awak yang tepat, sehingga semua area di dek berada dibawah pengamatan.
  4. Perwira pengamat harus memastikan bahwa komunikasi terkait pekerjaan terjaga di setiap waktu dengan personil yang bertugas dari terminal.
  5. Ketika memulai operasi kargo, dan ketika menggantikan tugas pengamatan, baik perwira pengamat maupun personil yang bertugas dari terminal harus menegaskan bahwa pekerja diatas kapal dan di darat telah memahami metode komunikasi untuk mengendalikan pekerjaan kargo. 
  6. Semua personil yang terlibat harus memahami sistem berhenti darurat pada kapal dan juga terminal.


Persiapan Sebelum Kapal Memasuki Pelabuhan

Persiapan Sebelum Memasuki Pelabuhan

Berikut ini merupakan persiapan yang dilakukan sebelum kapal memasuki pelabuhan.

Pemberitahuan Rencana Kerja

Rencana pemuatan harus dipersiapkan yang berisi rincian jenis minyak yang akan dimuat, tangki pemuatan, urutan tangki pemuatan, ullage setelah pemuatan, kecepatan pemuatan, daya muat setelah pemuatan dan tindakan pencegahan lainnya. Awak Departmen Dek serta personil lainnya yang terkait harus diberitahu mengenai rencana ini.

Menyesuaikan Daya Muat Ketika Memasuki Pelabuhan

Daya muat harus disesuaikan jika diminta oleh otoritas pelabuhan atau mualim atau jika ada peraturan untuk hal tersebut.

Mengikat Klep Berlebihan

Klep yang berlebihan harus diikat, atau mencegah terjadinya salah pengoperasian pada tuas tombol didalam stan klep atau pada konsol kamar pengendalian penanganan kargo, dengan menggunakan tutupan atau penghenti tombol.

Pengendalian Atmosfir Didalam Tangki kargo

Pengendalian atmosfer didalam tangki kargo sangat penting saat mengubah tingkat kargo. Setiap pengangkut gas cair harus memiliki Panduan Operasi Kargo yang memberikan instruksi pengoperasian khusus. Urutan yang berikut ini menjabarkan putaran operasi yang umum, dan komentar tambahan diberikan jika relevan.
Urutan panduan operasi kargo berikut ini menjabarkan putaran operasi yang umum.

Pemeriksaan Mesin dan Peralatan Untuk Penanganan Kargo

Mesin dan peralatan untuk operasi penanganan kargo harus diperiksa dan dilakukan tindakan pemeliharaan, jika perlu.

  1. Peralatan operasi kargo Periksa pengukur tingkat / tekanan / suhu dan kompresor kargo.
  2. Sistem Keselamatan Kargo Periksa alarm tingkat tinggi, sistem mati darurat, sistem penyemprot air, pendeteksi gas terpasang/jinjing dan cahaya di dek. Katup pemadaman dalam keadaan darurat untuk pipa muatan cair harus benar-benar tertutup dalam 30 detik sesudah penyalaan. Sistim pemadaman darurat seharusnya harus diuji sebelum dilakukan operasi kargo.
  3. Peralatan untuk klep yang digerakkan dari jauh Untuk sistem hidrolik jarak jauh: Periksa tekanan minyak dan akumulator, tingkat minyak hidrolik, pengoperasian pompa hidrolik dan indikasi bukaan klep. Jaga pompa tangan darurat dalam keadaan siap. Untuk sistem jarak jauh Pneumatic/listrik: Periksa kompresor udara, kekeringan didalam udara pempatan dan pompa kargo.
Baca: Informasi Kapal Tanker Sebelum Memasuki Terminal Bongkar Muat

Periksa Peralatan komunikasi

Periksa dan siagakan radio pengirim-penerima yang kedap ledakan, mikrofon diatas kapal dan pengeras suara.

Perikas Mesin hidrolik dan peralatan di dek.

Periksa pengoperasian alat tambatan dan derek yang beroperasi secara hidrolik.

Persiapan lainnya

  1. Tali untuk bertambat
  2. Derek 
  3. Kabel api
  4. Sistem pemadaman api
  5. Daftar Berkumpul pada Pencegahan Tumpahan Minyak dan Stasiun Pengangkatan" dan "Daftar Kontak dalam kondisi Darurat" harus ditunjukkan diatas kapal dan diumumkan kepada anggota awak.

Informasi Sebelum Kedatangan Kapal tanker terminal Bongkar Muat

Informasi Sebelum Kedatangan Kapal di Pelabuhan

Informasi Sebelum Kedatangan Kapal di Pelabuhan 

Sebelum kedatangan di pelabuhan tempat pemuatan/pembuangan, Nahkoda harus memberitahu otoritas pelabuhan mengenai hal-hal berikut ini: Informasi yang diperlukan oleh peraturan dan regulasi internasional dan setempat. Informasi yang diminta oleh pelabuhan. Informasi tersebut harus memasukkan hal-hal berikut:
  1. Nama kapal dan huruf sinyal
  2. Kebangsaan 
  3. Panjang, daya muat dan lebar keseluruhan
  4. Nama pelabuhan dan perkiraan tanggal dan waktu kedatangan
  5. Kondisi minyak kargo, nama resmi, nomor UN (jika relevan), titik nyala api (jika relevan), dan pengaturan minyak kargo terkait dengan jumlah yang dibuang dan sisa.
  6. Ketentuan peralatan sistem gas lembam, dan jika ada, apakah pengoperasiannya normal 
  7. Adanya kerusakan dibawah lambung kapal, mesin atau peralatan
  • Kerusakan yang memperngaruhi kemampuan manuver kapal yang aman
  • Kerusakan yang mempengaruhi keselamatan kapal lain
  • Kerusakan yang merupakan bahaya bagi lingkungan laut  
  • Kerusakan yang merupakan bahaya bagi nyawa manusia dan harta benda di area didekat dermaga atau daratan.

Informasi yang Diperlukan Oleh Terminal

Informasi berikut ini sangat diperlukan oleh pihak terminal dan harus dikirimkan kepada terminal pemuatan/pembongkaran sebelum kapal sandar:
  1. Daya muat dan keseimbangan saat kedatangan
  2. Perkiraan daya muat maksimum dan keseimbangan selama operasi kargo dan pada penyelesaian operasi kargo
  3. Apakah diperlukan kapal tunda
  4. Kondisi minyak kargo sebelumnya
  5. Maksimum suhu minyak kargo yang diijinkan (jika relevan)
  6. Jika ada sistem gas lembam, pemeriksaan kondisi kelembaman didalam tangki, pengoperasian sistem normal, dan konsentrasi oksigen didalam tangki kargo
  7. Kecepatan pemuatan maksimum diatas kapal dan kecepatan konsumsi minyak yang bijak tahapan pada awal dan akhir pemuatan.
  8. Rencana pemuatan kapal (perkiraan urutan pemuatan tangki dan urutan pemuatan tangki yang diinginkan), periksa apakah pemuatan akan diakhiri dengan menggunakan skala pengukuran kedalaman, dengan tanda henti di darat atau satu yang ada diatas kapal
  9. Kondisi kerja dan laju pendinginan kompressor untuk kargo. 
  10. Perencanaan sarat kapal ketika meninggalkan pelabuhan dan perkiraan waktu keberangkatan 
  11. Kuantitas dan kualitas bunker bahan bakar
  12. Kuantitas ballast, pengaturan dan pembuangan
  13. Sistem E.D.P (perkiraan tekanan pembuangan) atau perjanjian pemuatan kargo
  14. Kebocoran di lambung kapal, sekat, klep, atau saluran pipa yang mempengaruhi operasi kargo atau menyebabkan polusi
  15. Pekerjaan perbaikan yang bisa menunda dimulainya pelaksanaan kargo 
  16. Rincian jenis, nomor, diameter dan material sambungan manipol pada kapal
  17. Informasi sebelum perumusan rencana kerja penanganan kargo atau perubahan pada informasi ini, pengaturan minyak kargo 

Informasi Dari Terminal Ke Kapal


Informasi berikut ini  dari terminal diperlukan oleh kapal:
  1. Tingkat perkiraan fluktuasi kedalaman air pada perlabuhan dan gaya berat spesifik air laut didekat perlabuhan selama gelombang surut.
  2. Kebutuhan untuk menggunakan kapal tunda atau kapal dengan tali kerja untuk manuver atau penambatan
  3. Tali kapal/kapal tunda akan digunakan untuk diikatkan pada kapal tunda
  4. Tali tambatan dan aksesoris yang diperlukan untuk pekerjaan tambatan
  5. Rincian sistem tambatan didarat
  6. Sepanjang sisi yang sebelah mana?
  7. Jumlah dan diameter sambungan manipol
  8. Fitur pada tambatan atau pelampung pada tambatan
  9. Kecepatan dan sudut pendekatan kapal pada tambatan saat kedatangan yang diijinkan 
  10. Alat visual dan dan dapat didengar yang digunakan selama pekerjaan penambatan termasuk pengukur kecepatan penambatan
  11. Adanya pengaturan di area penambatan untuk lereng terpasang atau terminal dengan sistem pengubahan 
  12. Informasi sebelum penyusunan rencana untuk penanganan kargo dan informasi pada perubahan
  13. Dalam hal bypass, saran pada batasan terkait lingkungan dan batasan muatan
  14. Sifat, gaya berat spesifik (API) dan suhu minyak kargo 
  15. Jumlah dan ukuran selang yang digunakan atau alat yang melayang, susunan yang bisa bergerak, tekanan maksimum yang diijinkan
  16. Perkiraan jumlah pemuatan
  17. Urutan pemuatan minya kargo yang diinginkan
  18. Kecepatan pemuatan maksimum di darat
  19. Periode siaga akibat penghentian pompa konvensional
  20. Metode komunikasi antara kapal dan darat, serta sistem komunikasi dalam kondisi darurat
  21. Aturan keselamatan untuk bertambat dan pemeriksaan keselamatan diatas kapal / di darat
  22. Hal-hal lain yang membutuhkan tindakan pencegahan khusus

Tugas & pengamatan kru kapal selama pengoperasian kargo

tugas dan tanggung jawab kru kapal tanker selama pengoprasian kargo

PROSEDUR PENGOPERASIAN KARGO 

Persiapan dan formalitas untuk kedatangan kapal tanker di pelabuhan telah digambarkan, khususnya penambatan dan persiapan dan formalitas untuk berlayar. Tindakan pencegahan ketika memasuki/meninggalkan pelabuhan juga telah digambarkan.

Perintah selama pengoperasian kargo

  1. Awak yang ditempatkan pada pengoperasian kargo harus sepernuhnya berkonsentrasi.
  2. Instruksi yang diberikan kepada awak harus diawasi oleh instruktor selama pelaksanaan dan setelah penyelesaian pekerjaan.
  3. Instruksi hal-hal penting harus dilakukan dengan catatan tertulis. 
  4. Mualim I & perwira jaga harus tetap di dek/CCR selama pengoperasian kargo.
  5. Sebelum menyerahkan pengamatan kargo, semua informasi yang diperlukan mengenai kargo harus dijelaskan dengan jelas kepada perwira yang mengambil alih pengamatan.
  6. Sebelum mengambil alih pengamatan, Perwira Jaga harus memastikan bahwa pengoperasian kargo dilakukan sesuai rencana kargo.
  7. Pengamatan tidak boleh diserahkan selama pengoperasian kargo yang penting.(misalnya : pengelupasan, pengisian bahan bakar pada tangki yang separuh penuh)

Tugas awak & pengamatan selama pengoperasian kargo

Berikut ini merupakan Ketentuan minimum beserta tugas dan tanggung jawab awak kapal dan pengamatan pengoprasian kargo Kapal Tanker

1.Nahkoda

Ketentuan minimum Informasi & peraturan pelabuhan, informasi kargo & bahaya pada kargo saat ini, kategori polusi pada kargo, komunikasi darurat dengan darat,
  • Sebelum memulai operasi kargo, kondisi keselamatan keseluruhan harus diperiksa oleh Nahkoda
  • Pemeriksaan berkala selama operasi kargo

2.Mualim I

Ketentuan minimum Peraturan pelabuhan, informasi kargo & bahaya pada kargo saat ini, kategori polusi pada kargo, urutan keseluruhan pemuatan/pembongkaran, kecepatan pemuatan/pembongkaran & ETC, kondisi ballast, 
  • Bertanggungjawab atas operasi kargo
  • Stasiun di dek / CCR selama pemuatan/pembongkaran awal, pengisian bahan bakar pada tangki yang separuh penuh & setidaknya 30 menit sebelum operasi kargo 

3.Perwira Jaga

Ketentuan minimum Peraturan pelabuhan, informasi kargo & bahaya pada kargo saat ini, kategori polusi pada kargo, kecepatan pemuatan/pembongkaran dan lain lain, penghentian darurat, urutan pemuatan/pembongkaran
  • Operasi kargo
  • Memeriksa ullage & penghitungan kecepatan dan lain lain
  • Patroli setiap jam
  • Persiapan dokumen kargo 

4.Kelasi

Ketentuan minimum Peraturan pelabuhan, informasi kargo & bahaya pada kargo saat ini, kategori polusi pada kargo, penghentian darurat, urutan pemuatan / pembongkaran
  • Operasi kargo
  • Mengamati di dek

5.Masinis & awak lain

Ketentuan minimum Peraturan pelabuhan, informasi kargo & bahaya pada kargo saat ini
  • Selama operasi kargo & pembersihan tangki, mesin di dek, kerekan, kamar pompa harus diperiksa oleh Awak Dek setidaknya satu kali setiap pengamatan

Hal yang Harus Diperiksa Sebelum Bunker

Hal yang Harus Diperiksa Sebelum Bunker

hal yang harus diperiksa sebelum dan sesudah bunker


Keseimbangan/kemiringan

  1. Gaya berat minyak spesifik (suhu minyak)
  2. Persiapan untuk daftar pengukuran kedalaman
  3. Penentuan alat komunikasi (blok mesin-klep kamar mesin-orang  yang mengukur kedalaman)
  4. Komunikasi dengan departemen dek (Mualim I) (penentuan jam  pengisian bahan bakar)

Persiapan peralatan

  1. Periksa  fungsi pengukur tingkat minyak (bandingkan dengan pengukuran kedalaman)
  2. Tutup sumbat pengaering pada rak ‘simpan semua’ di manipol gudang bahan bakar dna pipa klep udara
  3. Periksa bahwa semua pipa klep udara untuk kapal tangki bahan bakar bersih dan bebas dari halangan apapun.
  4. Periksa ada tidaknya hidrokarbon atau uap H2S 
  5. Persiapan bahan serap minyak/serbuk gergaji/ruangan didekat stasiun bahan bakar
  6. Persiapan pemisahan (dispersant) pada tumpahan minyak
  7. Tempatkan pemadam api jinjing di lokasi manipol gudang bahan bakar
  8. Persiapan derek kecil untuk selang penyambung gudang bahan bakar.
  9. Persiapan botol pengambilan sampel dengan tutup.
Baca: Persiapan Sebelum Bunker Dikapal

Sifat pendahuluan minyak (gaya tarik spesifik, kekentalan, titik nyala api), pengaturan suhu. 

  1. Urutan pengoperasian (urutan tangki, jumlah penerimaan tiap tangki) dengan pasokan.
  2. Penentuan tekanan pasokan minyak dan kecepatan pasokan minyak, alat komunikasi (penggabungan istilah).
  3. Memastikan jumlah yang harus dipasok.
  4. Alat untuk menghentikan pemompaan pemindahan ke gudang bahan bakar.

Memulai operasi

  1. Periksa/pastikan pengaturan anggota awak (PIC) pada posisi yang telah ditugaskan.
  2. Periksa selang penyambung untuk pengencangan baut yang tidak seimbang dan terbungkus
  3. Ikat selang penyambung.
  4. Pasang pengukur tekanan pada header pemasok minyak.
  5. Periksa apakah sumbat pada semua lubang air di dek tersumbat dengan kencang.
  6. Memberitahu perwira jaga/pengamat dan menarik bendera B.
  7. Perhatikan tali tambatan pada tongkang bahan bakar.
  8. Periksa untuk memastikan bahwa tidak ada pekerjaan yang dilakukan dengan menggunakan api telanjang. (di dek)

Pengoperasian klep

  1. Periksa dan pastikan bahwa pengoperasian klep berada dalam urutan pemuatan.
  2. Periksa untuk memastikan bahwa kerai flens terpasang pada bukaan intake pada sisi yang berlawanan dengan manipol bunker.
  3. Periksa dan pastikan bahwa ventilasi udara pada tangki bunker tidak terhalang dan bebas dari halangan apapun. 
  4. Buka klep pada urutan pemuatan (masukkan membuka/menutup klep dalam catatan).

Memasok Minyak

  1. Periksa kondisi aliran udara dari ventilasi udara
  2. Periksa kedalaman tangki yang diisi (harus sering diukur selama pemasokan minyak).
  3. Periksa kondisi komunikasi
  4. Periksa perubahan pada keseimbangan.
  5. Pengambilan sampel dari manipol bunker dengan menggunakan metode tetes terus menerus. 
  6. Tempatkan stiker pada segel botol yang ditandatangani oleh pemasok bunker dan Kepala Kamar Mesin dengan menggunakan botol sampel yang telah diberikan.
  7. Periksa permukaan laut disekitar kapal

Penyelesaian pemasokan minyak

  1. Pastikan penyelesaian pasokan minyak dengan melakukan pengukuran kedalaman.      
  2. Beritahu perwira pengamat (turunkan bendera B)   
  3. Tutup semua klep
  4. Pasang kembali flens kerei pada bunker manipol
  5. Kembalikan klep pada posisi asalnya.

Pemeriksaan

  1. Lakukan pengukuran kuantitas kedalaman akhir   
  2. Penghitungan kuantitas yang diterima (perbaikan keseimbangan dan penerimaan suhu)  
  3. Perjanjian dengan pemasok (melaporkan perjanjian kepada Nahkoda)
  4. Jika ragu akan kuantitas yang diterima, Kepala Kamar Mesin harus memberikan keterangan/catatan protes pada tanda terima (untuk volume hanya pada suhu teramati saja)

Lain-lain

  • Buat data yang perlu didalam Buku Catatan Minyak.
  • Buat data yang perlu didalam Buku Catatan Mesin.

Cara Menghitung Persentase Jumlah Muatan Kapal

Cara menghitun persentase jumlah muatan kapal persentase rata-rata muatan kapal persentase muatan dalam dan luar palka
Kondisi Stabilitas kapal sangat dipengaruhi oleh Persentase(%) penempatan sejumlah mauatan di dalam palka dan di atas palka (Untuk Kapal yang memiliki Ruang Muat di Deck atau di atas palka).

Rumus Prosentase adalah

  • Persentase Rata-rata = Total Muatan Di atas palka dibagi Total Muatan Di dalam palka x 100 itulah persentase rata" muatan di atas kapal
  • Persentase Muatan Di Deck=Jumlah Muatan Di Deck dibagi Total Berat Muatan Secara keseluruhan x 100 itulah jumlah prosense di atas palka.
  • Persentase Muatan Di Dalam Palka =Jumlah Muatan Di Dalam Palka dibagi total berat muatan secara keseluruhan x 100 itulah jumlah prosentase muatan di dalam palka.
Baca: Cara Penanganan Muatan Kapal Kontainer


Contoh:
Cara menghitung persentase jumlah muatan kapal adalah sebagai berikut: MuatanDi Deck = 850 Ton, Muatan Under = 1350 Ton, dan Total Muatan = 2200 Ton.

  1. Cara menghitung persentase rata-rata jumlah muatan kapal adalah Persentase Rata-rata= 850/1350 = 0.6296 x 100 = 62.96%.
  2. Cara menghitung persentase muatan kapal di deck  di deck yaitu: persentase muatan di deck=850/2200=0.3863 x 100 = 38.6363636%.
  3. Persentase Muatan Di Dalam Palka (Under) 1350/2200 = 0.6136 x 100 = 61.3636364 %.

Jadi Jika di total jumlah Prosentase Antara Muatan Deck Dan Di Under = 38.6363636 + 61.3636364 = 100%

Note:
Jika prosentase rata-rata berkisar diantara 60-65%, maka dapat di pastikan bahwa nilai GM kapal kalian bagus, dan pada saat berlayar di laut jika draft kapal cukup dalam, kapal tdk akan oleng lebih dari 5 derajat meski terKena gelombang atau alun dari lambung kapal. 
Baca: Cara Menghitung Barapa Banyak Jumlah Muatan Yang Bisa Dimuat Oleh Sebuah Kapal.

Pengertian Collision (Tubrukan Kapal)

Pengertian Collision Tubrukan Kapal

Tentang Tubrukan Kapal

Salah satu risiko pelayaran yaitu tubrukan kapal. Tubrukan kapal dapat berupa tubrukan head to head, berupa singgungan kapal, maupun tubrukan kapal dengan benda-benda tidak bergerak, maupun makna-makna lainnya. 

Di dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) Bab VI mengenai Tubrukan Kapal pasal 534 disebutkan, “Tubrukan kapal berarti terjadi benturan atau sentuhan kapal yang satu dengan yang lainnya”. Terlepas dari banyaknya kasus-kasus tubrukan yang terjadi, masalah ini sebenarnya telah diatur di dalam konvensi sendiri yang mengatur upaya pencegahan tubrukan di laut.
 

Collision (Tubrukan) Adalah

Tubrukan kapal yang disebabkan karena suatu kejadian yang tidak disengaja (accidental) atau disebabkan keadaan terpaksa (force majeure).

Dasar-Dasar Collision

  • International Convention for the Unification of certain rules of law with respect to Collision between vessels (Brussel September 23rd.1910)
  • Kitab Undang-Undang Hukum Dagang Bab keenam,
  • International Convention fof the unification of certain rules relating to penal jurisdiction in matters of collision or other incidents of navigation.

Perihal tubrukan kapal sehubungan dengan tanggung jawab atas kerugian

Jumlah kapal semakin meningkat menyebapkan lalu lintas kapal di lautan maupun selat semakin padat dan ramai. Konsekuensinya, risiko tubrukan kapal juga semakin tinggi. Salah satu aspek yang tidak dapat dilepaskan dari pengangkutan laut adalah gantirugi berikut penjelasan mengenai claim gantirugi:
  1. Apabila tubrukan disebabkan karena suatu kejadian tidak disengaja (accidental) atau disebabkan keadaan memaksa (force majeure),atau apabila ada keragu-raguan tentang sebabnya tubrukan maka kerusakan yang timbul ditanggung oleh masing-masing kapal yang mengalami kerusakan.
  2. Apabila tubrukan disebabkan oleh kesalahan salah satu kapal maka tanggung jawab untuk memperbaiki seluruh kerusakan yang timbul dibebankan kepada kapal yang dinyatakan bersalah.
  3. Apabila tubrukan disebabakan oleh kesalahan dua atau lebih kapal maka tanggung jawab tiap kapal sesuai proporsi tingkat kesalahan mereka.Proporsi tingkat kesalahan ditentukan oleh Hakim.
  4. Apabila ada orang yang mati atau luka maka masing-masing kapal bertanggung jawab tehadap pihak ketiga sesuai proporsi tingkat kesalahan masing-masing.
  5. Aturan diatas juga berlaku kalau sebab tubrukan karena kesalahan Pandu walaupun di perairan wajib Pandu.
  6. Sebuah Negara boleh membuat Undang- Undang mengenai pembatasan tanggung jawab masing-masing Pemilik Kapal.Di Indonesia pembatasan ini diatur dalam KUHD Buku Kedua pasal 541.
  7. Apabila suatu kapal yang ditarik karena salahnya kapal yang menarik melakukan penubrukan maka disamping pemilik kapal yang menarik pemilik kapal yang ditarik juga ikut menanggung kerugian yang ditimbulkan.

Tanggung jawab Nakhoda sesudah tubrukan

Sesudah suatu tubrukan Nakhoda dari tiap kapal yang terlibat tubrukan,sejauh yang dapat dia lakukan tanpa menimbulkan bahaya yang serius terhadap kapalnya,ABK and penumpang harus membantu kapal lain,ABKnya dan Penumpangnya.Dia sedapat mungkin memberi tahokan nama kapalnya,pelabuhan tempat Pemilik dan juga Pelabuhan tempat berangkat dan Pelabuhan tujuan.Pelanggaran dari ketentuan diatas tiadak dibebankan tangguang jawab terhadap Pemilik Kapal.
Segal a apa yang ditentukan dalam aturan ini juga berlaku apabila sebuah kapal sebagai akibat caranya berlayar atau karena tidak memenuhi suatu peraturan/undang-undang,telah menimbulkan kerugian kepada kapal lain atau kepada orang-orangatau barang-barang yang berada dikapal tersebut tanpa atau akibat terjadinya tubrukan.

Aturan ini juga berlaku terhadap tubrukan atau senggolan kapal dengan kapal dan benda tak bergerak maupun benda bergerak.   

Jurisdiction in matters of collision

Tuntutan ganti rugi untuk perkara tubrukan dapat dilakukan di

  1. Di Pengadilan tempat tinggal atau tempat bisnis dari Tergugat.atau
  2. Di Pengadilan dimana kapal itu ditahan atau kapal lain milik Tergugat ditahan atau
  3. Di Pengadilan dimana tubrukan itu terjadi pabila tubrukan terjadi di Batas Pelabuhan atau diperairan teritorial suatu Negara.
  4. Dalam kejadian tubrukan atau kecelakaan navigasi tehadap sebuah kapal hukuman atau sanksi disiplin terhadap Nakhoda atau orang lain yang terlibat dalam melayarkan kapal hanya dapat dijatuhkan oleh Pengadilan dari Negara Bendera kapal itu pada saat terjadi tubrukan
  5. Tiada satupun dalam aturan ini yang melarang Suatu Negara untuk mengijinkan Petugas-Petugasnya dalam hal terjadi tubrukan atau kecelakaan lain mengambil tinadakan terhadap ijazah atau sertifikat kompetensi yang mereka terbitkan walaupun berlayar diatas kapal dari Negara lain.

Pedoman Pemeliharaan Bagian Mesin Kapal

Pedoman Pemeliharaan Bagian Mesin Kapal


Stadard Pemeliharaan Bagian Mesin

Tujuan pemeliharaan permesinan kapal yaitu untuk mengendalikan atau memperlambat tingkat kemerosotan atau kerusakan pada permesinan kapal. berikut  ini merupakan standar pemeliharaan bagian mesin kapal.

High Speed Engine 

Adapun pemeliharaan yang dilakukan pada High Speed Engine secara berkala adalah sebagai berikut:
Bed plate dan column pengetatan tension bolts dan
anchor bolts
tiap tahun
Reduction Gear Open up Check  Clearance Sesuai Jam Kerja
Gear Boks open up maintenance tiap tahun
LO sump tank Membersihkan Sesuai Jam Kerja
LO cooler membersihkan dan penggantia zink tiap tahun
Injector Open Up Maintenance Sesuai Jam Kerja
High Pressure Pump Open Up Maintenance Sesuai Jam Kerja

Beberapa bagian Penting yang Perlu Diperiksa

  • Kepala Silinder Pemeriksaan perubahan warna ruang bakar, katup isap dan katup buang; korosi dan retak-retak, serta kerak karbon
  • muka kontak dengan blok silinder; apakah terdapat bekas kebocoran gas dan air, serta perubahan bentuk
  • kontak antara muka katup dan dudukannya; kerusakan katup atau dudukannya
  • saluran air pendingin; kotoran, kerak-kerak, penyumbatan atau kerusakan lainnya
  • baut-baut pengikatnya; apakah terdapat perubahan bentuk atau kerusakan pada ulirnya
  • tutup saluran air pendingin; apakah berkarat atau bocor kerusakan elektroda anti-korosi (zinc anoda)

Elective Generator 

Berikut ini pemeliharaan yang dilakukan pada elective generator secara berkala adalah sebagai berikut:
Rotor,stator, brush dll inspeksi & membersihkan  sesuai buku instruksi
Water cooler membersihkan dan penggantian zinc anode tiap tahun


Emergency Power Suply Equipment 

Untuk pemeliharaan yang dilakukan pada Emergency Power Suply Equipment  secara berkala adalah sebagai berikut:
Emergency generator test kerja tiap bulan


Switch Board 

Untuk pemeliharaan yang dilakukan pada Switch Board  secara berkala adalah sebagai berikut: 
Main switchboard open up maintanace (di sub kontrakkan) sesuai buku instruksi


Air Compressor 

Sedangkan Untuk pemeliharaan yang dilakukan pada Air Compressor  secara berkala adalah sebagai berikut:
Baca: Fungsi serta jenis-jenis compressor di kapal 
Piston dicabut, diperiksa &dirawat sesuai buku instruksi
Suction/discharge valve penggantian dan perawatan sesuai keadaan
Crank case Pemerikasaan dalam dan penggantian LO sesuai keadaan
Inter cooler buka, bersihkan dang anti zinc anode sesuai keadaan


PUMPS (PUMPS yang dimaksud adalah yang disebut dalam CMS) 

Berikut ini merupakan pemeliharaan yang dilakukan pada PUMPS  secara berkala adalah sebagai berikut:
Baca: jenis-jenis Pumps Dikapal
LO pump untuk M/E buka, perawatan & inspeksi sesuai buku instruksi
FO pump untuk ME/AE buka, perawatan & inspeksi sesuai keadaan
Transfer Pump utk DO/HFO perawatan sesuai keadaan
FW pump untuk M/E buka, perawatan & inspeksi sesuai buku instruksi
Feed pump utk auxillary boiler buka, perawatan & inspeksi sesuai buku instruksi
Sea water pump buka, perawatan & inspeksi sesuai keadaan
Ballast pump buka, perawatan & inspeksi sesuai keadaan
Membuka dan merawat SW pump dan Ballast pump, pada prinsipnya dilakukan sekali setahun, dan waktu perawatan berikutnya ditentukan sesuai hasil pemeriksaan. Pompa yang tidak disebut dalam daftar CIMS harus dirawat sesuai keadaan. 

Jenis jenis Kapal Laut dan Fungsinya di Dunia

Jenis-jenis Kapal Laut Berdasarkan Fungsinya

Kapal (ship) adalah kendaraan yang besar pengangkut penumpang dan juga barang melalui jalur laut dan sungai. Meskipun kapal sama-sama kendaraan air, kapal memiliki perbedaan dengan perahu (boat).

Kapal laut merupakan mode transportasi yang paling efektif dan juga efisien karena mempunyai kapasitasnya dan daya angkut yang lebih besar dibandingkan moda transportasi darat, dan juga udara, maupun rel manapun.

Kapal juga memiliki jenis-jenis tergantung dari yang dikelompokkan berdasarkan muatan, tujuan pembuatanya, dan juga bentuknya. Berikut ini merupakan penjelasan tentang jenis-jenis kapal yang ada dilaut:

Jenis-jenis Kapal Berdasarkan Fungsinya

Untuk mempermudah membedakan jenis-jenis kapal maka akan saya begi menjadi 4 bagian besar yaitu:
  1. Kapal Penumpang (Passanger Ship)
  2. Kapal Barang (Freight Ship)
  3. Kapal Fungsional
  4. Kapal Angkatan Laut (Naval Ship)

1. Kapal Penumpang (Passanger Ship)


Kapal penumpang merupakan kapal yang berfungsi untuk mengangkut penumpang dalam jumlah yang cukup banyak. Perlu kita ketahui bahwa kapal penumpang popularitasnya lebih sedikit dibandingkan kapal barang. Makanya kapal jenis ini jarang dijumpai dibandingkan dengan kapal barang. kapal penumpang memiliki beberapa jenis diantaranya: kapal peisar, kapal samudra dan kapal fery. Berikut penjelasanya.

  • Kapal Pesiar (Cruise Ship)

Kapal pesiar juga merupakan kapal penumpang yang digunakan untuk tujuan pelayaran pesiar. Tujuan Penumpang menaiki kapal pesiar adalah untuk menikmati waktu yang ingin  dihabiskan di atas kapal pesiar tersebut, kapal peisiar dilengkapi dengan fasilitas penginapan dan perlengkapan bagaikan dihotel berbintang. 

merupakan jenis jenis kapal penumpang Kapal Pesiar (Cruise Ship)
Kapal Pesiar (Cruise Ship)

Kapal pesiar juga memiliki rute pelayaran yang selalu kembali ke pelabuhan asal keberangkatanya. Jadi, kapal pesiar tersebut selalu memulai dan mengakhiri perjalannya di tempat yang sama. Lama pelayaran kapal pesiar tersebut bisanya berbeda-beda, mulai dari beberapa hari sampai sekitar empat bulan tidak kembali ke pelabuhan asal keberangkatanya.
baca: 10 jenis kapal pesiar terbesar

  • Kapal Samudra (Ocean Liner)

Kapal samudra merupakan kapal penumpang yang identik dengan kapal pesiar. Jenis Kapal ini memiliki fasilitas mirip dengan kapal pesiar seperti, penginapan dan perlengkapan. Lantas Apa yang membedakan kapal pesiar dan kapal samudra? Yang membedakan hanya satu (1), yaitu rute perjalannya.  Kapal pesiar berangkat dari suatu pelabuhan kemudian kembali ke pelabuhan yang sama pula, namun, kapal samudra berangkat dari suatu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Banyak orang yang mengira bahwa kapal samudra itu sama dengan kapal pesiar karena sama-sama memiliki ukuran yang besar, namun kenyataannya berbeda. Kapal Titanic termasuk dalam jenis-jenis kapal samudra.

jenis kapal samudra
RMS Queen Mary
RMS Queen Mary merupakan kapal samudra yang terbesar Yang memiliki Ukurannya 345. yang dibuat pada tahun 2003, Queen Mary merupakan kapal penumpang terbesar yang pernah dibuat dalam setiap dimensinya. akan tetapi, pada November 2009, kapal ini menjadi nomer dua yang terbesar setelah rekornya dikalahkan oleh kapal pesiar Oasis of the Seas. Yang memiliki Ukurannya 360 m, hanya 15 m lebih panjang daripada kapal RMS Queen Mary. Kemewahan Queen Mary  terdiri dari 15 restoran dan bar, lima kolam renang, sebuah kasino, sebuah ballroom, dan sebuah planetarium.


  • Kapal Feri (Ferry)

Kapal Feri yaitu kapal yang digunakan untuk transportasi penyebrangan laut maupun sungai yang mengangkut penumpang beserta kendaraannya. Kendaraan yang diangkut pun beragam bisa berupa mobil pribadi, bus, truk, ataupun semi-trailer. Hal yang membuat digunakanya kapal ini iyalah untuk penyebrangan laut dan sungai.

jenis kapal penumpang yaitu kapal feri
Kapal Feri (Ferry)

2. Kapal Barang (Freight Ship)


Kapal Barang merupakan kapal besar yang difungsikan untuk mendistribusi pengangkutan barang dalam jumlah yang besar dan secara masssal. jenis Kapal-kapal raksasa pengangkut barang pasti sering dijumpai kalau kalian pergi ke pelabuhan misalnya Tanjung Perak. Kapal barang merupakan kapal yang paling sering dijumpai karena tidak hanya jumlahnya yang banyak, tetapi juga jenisnya yang beragam diantaranya: kapal container, Kapal Tanker, Kapal Pengangkut Barang Curah, Kapal Pengangkut Mobi, DLL. Berikut penjelasan tentang jenis-jenis kapal pengankut barang.

  • Kapal Peti Kemas (Container Ship)

Kapal container atau peti kemas iyalah jenis kapal kapal yang khusus digunakan untuk mengangkut cintainer (peti kemas) yang ukuran peti kemas standar (biasanya berukuran 20 ft atau 40 ft). Kapal Jenis ini memiliki palka (cells) untuk menyimpan peti kemas ukuran standar. Peti kemas diangkat ke atas kapal di pelabuhan terminal peti kemas dengan menggunakan crane/derek khusus yang dapat dilakukan dengan sangat cepat, baik derek-derek yang berada di dermaga, maupun derek yang berada di kapal itu sendiri. Kapal jenis ini pasti tidak asing lagi bagi kalian karena populasi kapal jenis ini lumayan banyak.
jenis kapal pengankut barang Kapal Peti Kemas (Container Ship)
Maersk Line

Galangan kapal Daewoo dari Korea Selatan telah membuat kapal container  terbesar di dunia karena di pesanan oleh Maersk Line.  Kapal yang hargaya US$ 190 juta ini memiliki panjang 399 meter sanggup untuk mengankut 18,000 TEU (satuan peti kemas 20 ft). Jenis Kapal ini diberi nama Maersk Triple E Class. Kapal tipe kelas ini mempunyai daya muat lebih banyak dari pada kemampuan kapal peti kemas terbesar sekarang ini, yaitu Emma Maersk yang sudah beroperasi mengarungi samudra dari China ke Eropa.


  • Kapal Tanker Minyak (Oil Tanker)

Kapal Tanker Minyak merupakan  jenis kapal tanker yang berfungsi untuk mengangkut cairan minyak. terdapat 2 jenis kapal tanker pengangkut minyak, yaitu kapal tanker pengangkut minyak jadi/prodak dan kapal tanker pembawa minyak mentah. Biasanya kapal jenis pengangkut minyak mentah memiliki ukuran yang lebih kecil. Kapal dibuat denga konstruksi yang kokoh dan tdak boleh ada minyak yang diangkutnya tumpah kelaut karena dapat menyebabkan pencemaran laut. 

jenis kapal pengankut minyak Kapal Tanker Minyak (Oil Tanker)
Tanker Knock Nevis
Kapal tanker terbesar yang saat ini bernama Knock Nevis, memang lain dibandingkan dengan yang lain. Jenis Kapal ini merupakan kapal laut yang terbesar di dunia yang pernah dibuat oleh manusia. Dan kemungkinan  kapal ini menjadi kapal yang paling sering berganti nama. Hal Itu disebapkan karena Knock Nevis memang sering berganti pemiliknya. Meskipun memegang gelar sebagai kapal terbesar di dunia, akan tapi saat ini Knock Nevis tidak difungsikan lagi sebagai kapal. Sekarang tugasnya hanyala sebagai floating storage dan Offloading Unit di Dubai.
baca: jenis-jenis kapal tanker terbesar
Kapal yang dibuat di galangan kapal Sumitomo Heavy Industries, Jepang ini memiliki panjang sekitar 1.504 feet atau setara dengan 458,5 meter. Dan Bobotnya yaitu 564.763 DWT. Karena ukuran tersebut, super tanker ini tidak bisa melintas di terusan Panama dan terusan Suez. Dimensi ukurannya memang luar biasa sangat besar. Karena kendala seperti itulah oleh pemiliknya sekarang (KNock Nevis Tankers) hanya digunakan sebagai floating Storage.


  • Kapal Tanker Bahan Kimia (Chemical Tanker)

Kapal Tanker Bahan Kimia merupakan jenis kapal tanker yang berfungsi untuk mengangkut bahan kimia. Populasi kapal jenis ini bisa dikatakan sangat jarang.

jenis kapa pengantut cairan Kapal Tanker Bahan Kimia (Chemical Tanker)
Chemical Tanker


  • Kapal Tanker LPG (LPG Tanker)

Kapal Tanker LPG Merupakan salah satu kapal tanker gas yang difungsikan untuk membawa gas LPG (Liquefied Petroleum Gas). Hampir seluruh dunia memiliki jenis kapal tanker ini.

Tanker Pertamina Gas II
PT Pertamina Persero telah membeli kapal yang memiliki panjang 226 meter dan kedalamanya mencapai 22,3 meter serta lebarnya mencapai 36,6 meter. kapal ini adalah kapal LPG terbesar di dunia yang bernama Pertamina Gas 2 untuk mengangkut gas jenis propan dan butan. jadi, jangan bilang Indonesia itu nggak mampu membeli kapal tanker besar.


  • Kapal Tanker LNG (LNG Tanker)

Kapal Tanker LNG merupakan salah satu jenis kapal tanker gas yang difungsikan untuk membawa LNG (Liquefied Natural Gas). Kapal ini memiliki bentuk yang tidak jauh berbeda dengan kapal tanker LPG karena sama-sama kapal tanker pengangkut gas.


jenis kapal pengankut minyak Kapal Tanker LNG (LNG Tanker)
Kapal Tanker LNG

Kapal Tanker LNG terbesar didunia bernama Q-Max. Nama Q-Max diambil dari “Q” adalah singkatan dari Qatar dan “Max” untuk ukuran maksimum kapal yang dapat berlabuh di terminal LNG di Qatar. Ukurannya adalah 345 m, sama dengan kapal samudra Queen Mary 2.


  • Kapal Pengangkut Barang Curah (Bulk Carrier)

Kapal Pengangkut Barang Curah adalah kapal barang yang fungsinya untuk mengangkut barang-barang curah seperti batu bara, semen, biji-bijian, bijih logam, dan lain sebagainya di dalam palka/rongga-rongga kargo yang terpisah.

jenis kapal pengankut barang Kapal Pengangkut Barang Curah (Bulk Carrier)
Kapal Valemax Bulk Carrier

Kapal Valemax adalah kapal pembawa bijihb-ijian yang terkenal sangat besar (VLOC) yang memilikinya  disewa oleh perusahaan tambang asal Brasil Vale SA untuk membawa bijih besi dari Brasil ke pelabuhan Eropa dan Asia jenis kapal ini memiliki kapasitas mulai dari 380.000 ton sampai 400.000 ton bobot mati. Kapal Valemax merupakan kapal barang curah terbesar yang pernah dibuat dan satu di antara kapal-kapal terpanjang dari setiap jenis saat ini yang masih beroperasi.


  • Kapal Pengangkut Mobil (Car Carrier)

Kapal Pengangkut Mobil atau bisa disebut kapal Ro-Ro merupakan kapal besar yang bertugas membawa kendaraan baru melalui transportasi air. Meskipun mengangkut mobil, kapal jenis ini berbeda dengan ferry. Ferry bertugas menyebrangkan kendaraan bersama pemiliknya langsung dari suatu pulau ke pulau lainnya.Sedangkan Jenis kapal Ro-Ro bertugas menyalurkan kendaraan yang baru secara massal. Istilah Ro-Ro sendiri yaitu Roll-On-Roll-Off untuk mengangkut kendaraan sedangkan istilah Lo-Lo adalah Lift-On/Lift-Off untuk angkutan barang yang harus diangkat menggunakan derek/crane.

jenis kapal terbesar pengankut mobil Kapal (Car Carrier)
Kapal Mark V Class

Mark V Class memiliki empat jenis kapal Ro-Ro yang dibangun untuk perusahaan pelayaran di Norwegia Wilhelmsen dan asosiasi perusahaan Wallenius yang dibangun oleh Jepang oleh perusahaan Mitsubishi. Kapal ini adalah kapal Ro-Ro terbesar saat ini yang beroperasi dengan kapasitas kargo sebesar 138.000 meter kubik.

  • Kapal Pengangkut Barang Berat (Heavy Lift Cargo Transporter)

Kapal Pengangkut Barang Berat merupakan kapal yang dirancang untuk mengangkut barang yang ukurannya superbesar yang melebihi ukuran  ukuran kapal tersebut. kapal jenis ini bisa mengangkut kapal lain pada umumnya. Barang yang dibawa bisa berupa peralatan kilang minyak ataupun kapal besar lainnya. Tempat kargo pada kapal tersebut tidak dibatasi oleh pagar sehingga memungkinkan barang bisa diangkut dari arah manapun. Untuk mengangkut kapal besar lain seperti kapal pesiar, sebagian badan kapal pengangkut dapat ditenggelamkan (semi-submersible), kemudian kapal pesiar digeser ke atas area kapal yang ditenggelamkan itu. Setelah kapal pesiar sudah berada di posisi yang tepat diatas kapal pengankut maka, kapal pengangkut pun mulai dingapungkan badannya yang tenggelam tersebut sehingga kapal pesiar bisa terangkat dan siap diantar ketempat tujuan. berikut contoh kapalnya.

jenis Kapal Pengangkut Barang Berat (Heavy Lift Cargo Transporter)
Kapal Pengangkut Barang Berat (Heavy Lift Cargo Transporter)


  • Kapal Pengangkut Kapal Kecil (Boat/Yatch Transporter)

Kapal pengangkut kapal kecil merupakan kapal pengangkut kapal yang ukuranya lebih kecil dalam jumlah yang banyak dalam posisi berbaris dan berbanjar. Pada kapal pengangkut yang satu ini, tempat kargo dibatasi dengan pagar pembatas agar muatan tidak jatuh ke laut di mana muatan tersebut ringan dan mudah tergelincir. 

jenis Kapal Pengangkut Kapal Kecil (Boat/Yatch Transporter)
Kapal Yatch transporter

Cara Mengankutnya pun hampir sama dengan jenis kapal pengangkut barang berat yaitu dengan cara menenggelamkan dirinya (semi-submersible), tetapi muatan (kapal kecil/boat) masuk melalui belakang badan kapal  sebab bagian samping maupun depan kapal pengangkut dibatasi oleh pagar pembatas permanen.

  • Kapal Tongkang/Ponton

Kapal tongkang/ponton merupakan jenis kapal yang mengangkut barang. Kapal ini sebenarnya tdak bisa disebut kapal karena tidak memiliki mesin sendiri (self-propelled), sehingga ia harus digandeng dengan kapal tunda tugboat. Tongkang juga biasa disebut sebagai gandengan kapal. kapal tersebut sangat ketergantungan terhadap apal tugboat. berikut contoh gambar kapal tongkang,

jenis pengankut barang Kapal Tongkang/Ponton
Kapal Tongkang/Ponton

3. Kapal Fungsional

Selanjutnya Jenis Kapal fungsional meupakan kapal yang tidak digunakan untuk pengangkutan orang ataupun barang melainkan berfungsi adalah menjalankan tugas-tugas tertentu, seperti kapal untuk pekerjaan proyek, penelitian,contoh kapal tersebut adalah: kapal tunda, kapal derek, kapal pengeboran dan masih banyak lagi berikut penjelasanya

  • Kapal Tunda (Tug Boat)

Kapal tunda merupakan kapal kecil yang memanuver kapal dengan mendorong atau menarik mereka. Kapal tunda juga memindahkan kapal yang dalam suatu kondisi tidak bisa bergerak sendiri, seperti kapal-kapal di pelabuhan yang ramai atau di sebuah kanal yang sempit dan juga kapal yang memang tidak bisa bergerak sendiri, seperti tongkang, kapal yang rusak, atau platform minyak. Beberapa kapal tunda berfungsi sebagai pembuka pintu laut pelabuhan atau sebagai kapal penyelamatan. Kapal tunda awal memiliki mesin uap, namun saat ini, mesin diesel yang digunakan. berikut contoh gambar kapal tug boat

jenis kapal fungsional Kapal Tunda (Tug Boat)
Kapal Tunda (Tug Boat)

  • Kapal Derek (Crane Ship)

Kapal derek merupakan kapal yang berukuran raksasa yang dilengkapi dengan beberapa derek raksasa  yang bertugas untuk mengangkat barang berat ataupun membantu pekerjaan konstruksi di lepas pantai. Kapal jenis ini memiliki ukuran sangat tinggi sob yang mampu melebihi 100 m. berikut contoh gambar kapal derek

jenis kapal fungsional Kapal Derek (Crane Ship)
Kapal Derek (Crane Ship)

  • Kapal Pengebor (Drilling Ship)

Kapal pengebor merupakan kapal yang dilengkapi dengan peralatan pengeboran. Tujuan untuk jenis kapal ini yang paling sering digunakan iyalah untuk eksplorasi pengeboran minyak baru atau sumur gas di perairan dalam laut atau untuk pengeboran ilmiah. berikut contoh gambar kapal pengebor.

jenis kapal fungsional Kapal Pengebor (Drilling Ship)
Kapal Pengebor (Drilling Ship)


  • Kapal Pengeruk

Kapal pengeruk merupakan kapal penggali yang  biasanya broprasi dengan Kegiatan pengerukan yang dapat menghasilkan bahan pasir untuk tujuan reklamasi atau tujuan lain (biasanya terkait dengan konstruksi). dilakukan setidaknya sebagian dasar laut disedot pasirnya kemudian dikumpulkan di suatu tempat yg ingin di reklamasi. berikut contoh gambar kapal pengeruk

jenis kapal fungsional Kapal Pengeruk
Kapal Pengeruk



  • Kapal Penangkap Ikan

Kapal penangkap ikan merupakan jenis kapal yang dipakai nelayan untuk menangkap ikan di lautan, sungai, maupun danau. Kapal jenis ini digunakan oleh perusahaan nelayan untuk menangkap ikan sebanyak mungkin. agar lebih efisien dibandingkan menggunakan perahu yang kecil. adapun Jumlah ikan yang ditangkap menggunakan jaring besar dalam satu kali berlayar bisanya mencapai ribuan ton atau sama dengan persediaan untuk 3 tahun, itupun kalo lagi beruntung. berikut contoh gambar jenis kapal penangkap ikan

jenis Kapal Penangkap Ikan
Kapal Penangkap Ikan


  • Kapal Penelitian/Riset

Kapal penelitian atau riset merupakan kapal yang didesain khusus untuk membawa fasilitas penelitian hingga ke tengah laut. Kapal riset memiliki beberapa jenis. masing-masing peran yang menjadikan kapal untuk riset. Kapal riset terkadang bekerja sama dengan jenis kapal lainya, misal kapal pemecah es untuk mengarungi lautan yang ditutupi es. Jenis kapal riset khusus oseanografi membawa peralatan yang dapat mengukur karakteristik fisik, kimiawi, dan biologi dari air dan udara di atmosfer serta kondisi iklim di atasnya. Termasuk di dalamnya terdapat sonar gema untuk pembacaan hidrografi sederhana.

Kapal Penelitian/Riset merupakan jenis kapal fungsional
Kapal Penelitian/Riset

  • Kapal Pemecah Es (Ice Breaker)

Seperti yang tadi lita singgung diatas tentang Kapal pemecah es merupakan kapal dengan perlengkapan yang khusus untuk memecah lapisan es di permukaan yang menutupi air laut, tujuannya untuk membuka alur pelayaran yang melalui lapisan es tersebut. Untuk kapal pemecah es, mempunyai tiga sifat utamanya yaitu pelampung diperkuat, bentuk es kering, dan kekuatan untuk mendorong melalui perairan tertutup es. Es juga mampu membocorkan kapal dengan mudah untuk yang tidak diperkuat. berikut contoh gambar kapal pememcah es.

Kapal Pemecah Es (Ice Breaker) merupakan jenis kapal fungsional
Kapal Pemecah Es (Ice Breaker)


  • Kapal Kabel Laut (Cabel Laying Ship)

Kapal kabel laut merupakan kapal laut yang dirancang  untuk pemasangan kabel bawah air untuk telekomunikasi, listrik, dan hal semacamnya. Kabel yang dipasang yaitu kabel komunikasi bawah laut yang cukup panjang yang dapat menghubungkan suatu negara ke negara lainnya. Berikut contoh gambar kapal kabel laut.

Kapal Kabel Laut Cabel Laying Ship merupakan jenis kapal fungsional
Kapal Kabel Laut (Cabel Laying Ship)


  • Kapal PSV (Platform Supply Vessel)

Kapal PSV merupakan kapal yang dirancang khusus untuk memasok platform minyak di lepas pantai. Kapal jenis ini berukuran  relatif antara 20 sampai 100 meter panjangnya. Fungsi utama sebagian besar kapal ini yaitu sebagai alat transportasi barang dan personil yang berasal dari platform minyak di lepas pantai dan struktur lepas pantai yang lainnya.

Kapal PSV Platform Supply Vessel merupakan jenis kapal fungsional
Kapal PSV (Platform Supply Vessel)

  • Kapal FPSO (Floating Production Storage and Offloading)

Kapal FPSO iyalah sebuah jenis kapal dengan sistem tangki mengambang yang digunakan oleh industri minyak dan gas di lepas pantai. kapal ini dirancang untuk mengambil semua minyak atau gas yang dihasilkan dari platform terdekat, proses penyimpanan, sampai minyak atau gas dapat dipindahkan ke kapal tanker atau diangkut melalui pipa. berikut contoh gambar.

Kapal FPSO Floating Production Storage and Offloading jenis kapal fungsional
Kapal FPSO (Floating Production Storage and Offloading)

Adapun Calon kapal terbesar di dunia yang merupakan kapal FPSO jenis FLNG (Floating Liquefied Natural Gas) sedang dalam proses perakitan di lepas pantai Korea Selatan. kapal tersebut Bernama Prelude yang berukuran panjang 1.601 kaki (488 meter), yang artinya 150 kaki (45,7 meter) lebih panjang daripada Empire State Building. kapal tersebut milik Shell, kapal itu telah dijuluki sebagai obyek terbesar yang mengapung. Kapal yang berwarna merah terang tersebut memiliki bobot 600Rb ton dan lebarnya 243 kaki (74 meter), menurut Wired, pembangunan Prelude yang memiliki tiga mesin berkekuatan 20.100 tenaga kuda dan membutuhkan waktu satu tahun penuh.


  • Kapal Pemadam Kebakaran (Fire Fighter)

Ternyata tdak hanya didarat yang ada pemadam kebakaran dilaut juga ada loh berikut ini penjelasanya:  Kapal pemadam kebakaran merupakan kapal didesain khusus yang menyerupai kapal tunda, dengan pompa dan nosel yang dirancang untuk menyemprotkan air sebagai media memadamkan api pada kapal yang sedang terbakar. Berikut contoh gambarnya.

jenis Kapal Pemadam Kebakaran Fire Fighter
Kapal Pemadam Kebakaran (Fire Fighter)


  • Kapal Penyelamatan (SAR)

Kapal penyelamatan adalah kapal yang dibuat khusus untuk membawa petugas dan peralatan keselamatan lain kapal ini bertugas menolong korban kecelakaan yang biasanya terjadi di laut. berikut contoh gambar kapal penyelamat.

jenis Kapal Penyelamatan SAR
Kapal Penyelamatan (SAR)



4. Kapal Angkatan Laut (Naval Ship)

Kapal Angkatan Laut merupakan kapal-kapal yang difungsikan untuk operasi militer laut. kalian pasti tidak asing lagi sama jenis kapal ini. Biasanya yang paling sering diketahui yaitu kapal induk, kapal perang, dan kapal selam. Padahal masih banyak lagi jenis kapal angkatan laut lainnta berikut penjelasanya:

  • Kapal Induk (Aircraft Carrier)

Kapal induk adalah sebutan untuk kapal perang yang memuat pesawat tempur dalam jumlah besar. Tugasnya adalah memindahkan kekuatan udara ke dalam armada angkatan laut sebagai pendukung operasi-operasi angkatan laut. Selain itu juga digunakan sebagai pusat komando operasi dan sebagai kekuatan detterence atau memberikan efek gentar pada lawan. Sebagai kapal yang membawa pesawat, kapal induk memiliki fleksibilitas tempur yang lebih tinggi dibanding jenis kapal perang lainnya. Kapal ini tidak pernah berjalan seorang diri. Ia selalu dikawal kapal-kapal lainnya. Selain kegunaan tempur, kapal induk juga memiliki fungsi-fungsi lain seperti pengintaian, superioritas udara, atau memberikan bantuan.

jenis Kapal Induk Aircraft Carrier

USS Enterprise (CVN-65)
USS Enterprise (CVN-65), sebelumnya CVA(N)-65, adalah kapal induk yang telah pensiun dari Amerika Serikat. Ia adalah kapal induk pertama bertenaga nuklir di dunia dan kapal kedelapan angkatan laut Amerika Serikat. Seperti pendahulunya ketika Perang Dunia II, ia dijuluki “Big E”. Dengan panjang 1..123 ft (342 m), ia adalah kapal angkatan laut terpanjang di dunia yang masih berdiri. Dengan berat 94.781 t, ia menjadi kapal induk ke-11 terberat, setelah kapal kelas Nimitz sebagai peringkat ke-10. Kapal ini juga memiliki awak sebanyak 4.600 anggota militer.


  • Kapal Perang (Battleship/Battlecruiser)

Kapal perang merupakan kapal yang dibuat khusus untuk pertempuran. Kapal perang  dibuat dengan cara yang sangat  berbeda sekali dari kapal biasa. Selain sebagai senjata perang, jenis kapal perang juga dirancang untuk menahan tembakan dari musuh, Kapal ini juga lebih cepat dan lebih lincah dari kapal-kapal biasa. Kapal perang  hanya membawa senjata, amunisi dan pasokan peraltan untuk awaknya sendiri. Kapal perang yang biasa dikenal yaitu battleship, padahal ada jenis yang lain, yaitu battlecruiser. Yang membedakan antara  battlecruiser dengan  battleship yaitu battlecruiser kurang lengkap perlengkapan senjatanya namun lebih cepat.

jenis Kapal Perang Battleship Battlecruiser angkatan laut
Kapal Perang (Battleship/Battlecruiser)


  • Kapal Pengisian Bahan Bakar (Replenishment Oiler)

Kapal tangki pengisian merupakan kapal milik angkatan laut  yang dilelengkapi dengan tangki bahan bakar yang dapat mengisi tangki kapal lain yang sementara berlangsung di laut lepas. Beberapa negara telah menggunakan jenis kapal ini untuk pengisian, berikut contoh gambar kapal tersebut.

jenis kapal angkatan laut Kapal Pengisian Bahan Bakar Replenishment Oiler
Kapal Pengisian Bahan Bakar (Replenishment Oiler)

  • Kapal Pengangkut Helikopter (Helicopter Carrier)

Kapal induk helikopter merupakan jenis kapal induk yang memiliki tujuan utamanya yaitu untuk mengoperasikan helikopter. bentuknya  hampir sama dengan kapal induk pada umumnya hanya saja ukuranya lebih kecil karena di didesain hanya untuk mengangkut helikopter saja.

jennis kapal angkatan laut Kapal Pengangkut Helikopter Helicopter Carrier
Kapal Pengangkut Helikopter (Helicopter Carrier)


  • Kapal Patroli (Patrol Boat)

Kapal patroli merupakan kapal angkatan laut yang relatif kecil dan umumnya dirancang untuk tugas-tugas pertahanan di pesisir pantai. Ada banyak skali desain untuk kapal patroli. Mereka dapat dioperasikan oleh angkatan laut suatu negara sebagai penjaga pantai, jenis kapal ini umumnya ditemukan dalam berbagai peran perlindungan perbatasan, termasuk anti penyelundupan, anti pembajakan, patroli perikanan, dan penegakan hukum imigrasi. kapal jenis ini juga sering dipanggil untuk berpartisipasi dalam operasi penyelamatan.

jenis kapal angkatan laut Kapal Patroli Patrol Boat
Kapal Patroli (Patrol Boat)

  • Kapal Penyapu Ranjau (Minesweeper Ship)

Kapal penyapu ranjau merupakan  kapal perang laut kecil yang dirancang khusus untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh ranjau di laut. Kapal penyapu ranjau mampu mendeteksi lalu kemudian menetralisir ranjau sebelum kegiatan operasi kapal laut lainnya bergerak. Kapal penyapu ranjau mulai dibangun pertama kali selama Perang Dunia I, dengan tujuan dan tugas khususnya yaitu untuk menyapu bersih ranjau dilaut dengan munculnya kapal penyapu ranjau kelas Bunga (Flower-class minesweeping sloop). berikut contoh gambarnya.

jenis kapal angkatan laut Kapal Penyapu Ranjau Minesweeper Ship
Kapal Penyapu Ranjau (Minesweeper Ship)

  • Kapal Serbu Amfibi (Amphibious Assault Ship)

Kapal serbu amfibi disebut juga sebagai pembawa komando dan pembawa serangan amfibi merupakan jenis kapal perang amfibi yang mendukung pasukan darat di wilayah musuh dengan melakukan serangan amfibi. Desain belakang kapal ini dilengkapi dengan gerbang yang dapat dibuka untuk memungkinkan kendaraan pasukan darat masuk ke dalam kapal tersebut.

Kapal Serbu Amfibi Amphibious Assault Ship merupakan jenis kapal angkatan laut
Kapal Serbu Amfibi (Amphibious Assault Ship)


  • Kapal Selam (Submarine)

Kapal selam merupakan kapal yang didesain khusus untuk bergerak di bawah permukaan air, umumnya kapal ini digunakan untuk tujuan dan kepentingan militer. Sebagian besar angkatan laut memiliki kapal tersebut. meskipun jumlah dan populasinya masing-masing negara berbeda. Selain digunakan untuk kepentingan militer, kapal selam juga digunakan untuk ilmu pengetahuan di laut dan air tawar dan bertugas di kedalaman yang tidak sesuai untuk penyelam manusia.

Kapal Selam Submarine jenis kapal angkatan laut
Kapal Selam (Submarine)

  • Kapal Rumah Sakit (Hospital Ship)

Kapal rumah sakit merupakan kapal yang membawa petugas medis seperti dokter  beserta obat-obatan dalam jumlah yang relatif banyak/massal. tujuanya untuk memeriksa keadaan atau kesehatan dan juga mengobati awak-awak militer yang sedang terluka.

Kapal Rumah Sakit Hospital Ship merupakan jenis kapal angkatan laut

Kapal Rumah Sakit (Hospital Ship)

Yekian dulu yah pembahan tentang jenis-jenis kapal yang ada dilaut indonesia dan dunia jika ada pertanyaan seputar artikel diatas kalian bisa ber komentar dibawah.!